Buah dan Sayuran yang Konyol

. Jumat, 07 Februari 2014
0 komentar
apel bahenol
wew apel apa neh
wuihhh apa lagi nih
wuihh ini lagii
wow ada juga to yang ini
semangka montokkkkk
wew terong kah ini
wew banyak juga ya persediaan
suami istri

sumber: http://yogakojiro.blogspot.com/2010/02/aneka-buah-sayur-yang-konyol-funny-pic.html
Read More..

Api Yang Tak Padam Di Bojonegoro

. Kamis, 06 Februari 2014
0 komentar

Di Kabupaten Bojonegoro – Jawa timur terdapat api yang cukup unik.  Api itu tidak bisa padam walau disiram dengan air dan bahkan kena air hujan yang paling deras sekalipun. 
Begitulah keunikan yang ada pada api di Kayangan Api ini.

Click : Nikmatnya Oleh-oleh Khas Tuban
 Jenazah Utuh Dimakamkan 35 Tahun Di Tuban 

Kayangan  Api yang merupakan sumber  api abadi ini berada di Desa Sendagharjo, Kecamatan Ngasem. Sekitar 28 km arah barat daya dari pusast kota Bojonegoro. 
Lokasinya berada di dalam hutan dengan vegetasi utama pohon jati. Selama perjalanan menuju ke Kayangan Api, selain deretan pohon jati, juga bisa dijumpai aktifitas warga yang sedang mencari ranting kayu sebagai bahan bakar.

Ada juga  sekawanan hewan ternak seperti kerbau, kambing dan sapi  yang sedang merumput.
Untuk masuk masuk kawasan Kayangan Api dieknakan tiket masuk Rp 3000 per orang.Di bagian depan terdapat gerbang masuk yang benrtuknya seperti Gapura Supit Urang . Gapura itu berwarna hitam dengan ornamen dua patung Dwarapala di sebelah kanan dan kiri pintu masuk.
Melangkahkan kaki  memasukinya kemudian terdapat taman dengan kursi yang etrbuat dari semen. Di dekat taman ini terdapat monumen Api Pon karena Kayangan Api  ini menjadi tempat pengambilan api untuk menyalakan  obor pada pelaksanaan PON XV tahun 2000 di Jawa Timur.
Sekitar 75 meter dari gerbang masuk terdapat sumber api Kayangan Api yang berupa tumpukan batu. 
=======================================================================
Break Session :

Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
 
Jenazah Utuh Walau Sudah Dimakamkan Puluhan Tahun 
Sisi lain Keindahan Di Gunung Bromo
Jejak Panser Yang legendaris Di Surabaya 
Kupat Ketheg yang Unik Dan Khas Di  Gresik 
Koleksi Keramik Kuno masa Dinasti Ming di  Di House of Sampoerna 

 
Menambang Uang Melalui Facebook dan Blog


Tips Jitu Untuk Meningkatkan Traffic Situs atau Blog
OLeh-oleh Khas Tuban 
Hantu Yang Aneh di Lamongan

Purna Siswa dan Gelar Prestasi TK Integral Hidayatullah - Tuban
Play Group Hidayatullah - Tuban
Taman Kanak-Kanak Integral Hidayatullah - Tuban 


Gadis di Tuban  Penarik Truck Dengan Menggunakan Rambut dan Gigi
Kirab Piala Adipura Di Tuban
Parade Mobil Hias Di Tuban 
Pesawat Nomad TNI Angkatan Laut  Di Lamongan 
 
Batu-batu  dan Relung Unik di Gua Akbar 
Legenda Batu Gajah di Tanah Tuban 
Sumber Air Tawar Di Pantai Boom Tuban
Atraksi Kekuatan Ala Samson Di Tuban 

Nenek Penghuni Hutan Pinus Di Banyuwangi
Indahnya Masjid Agung Tuban di Malam Hari 
Kejurnas Off Road 4x4 Real Adventure di Tuban
Reog Malam Bulan Purnama Di Tuban

Novi Wulandari - Lamongan,  Peringkat 2  - NUN 2012

Mushola Unik Di Dalam Gua Akbar 
Pantai Sowan Yang Indah dan Alami
Rumah Serangga Di Lamongan
Meraup Kesegaran Alami Di Pemandian Bektiharjo
Iklan Pajak Keliru Ala Tuban 

Kelenteng Hong Tiek Hian - Surabaya
Harimau di kelenteng Kwan Sing Bio
Wanita Mini 75 cm dari Tuban 
Nuansa Nostalgia Di Pantai Tasikharjo Tuban 
 
Rumah Kucing Di Lamongan 
Pesona Kuda Jingkrak di Tuban
Rumah Sakit Hantu Di Lamongan 
Foto Gus Dur di Kelenteng Boen Bio 

Sumber Air Tawar Di Pantai Boom Tuban

Ikon Ala Nazi di Kelenteng Kwan Sing Bio

Camilan Ampo Yang Terbuat dari Tanah
Menguji Adrenalin di Watu Ondo
Rambu Ala Slankers Di Bojonegoro
Buah Kepel Sebagai Deodoran Alami

Nikmat dan Segarnya Es Dawet Siwalan
Indahnya Alun-alun Tuban di Malam Hari
Pesona Kesegaran Air Terjun Sri Getuk
Ribuan Ikan dan Kelelawar di Gua Ngerong
Gemerlap Istana Dalam Gua 
 
Museum Anak Kolong Tangga
Jangkar Bermata Empat Di Museum Kambang Putih
Pesona Keindahan Candi Prambanan
Pondok Pesantren Dalam Gua Yang Fenomenal
Minuman Legen Yang Nikmat dan Segar
Jejak Majapahit di Candi Jabung  
=================================================================

Di sekitar tumpukan batu itu mengeluarkan lidah api yang menimbulkan hawa panas di sekitarnya dengan mengeluarkan bau menyengat ala gas elpiji.

Sumber api itu dikelilingi dengan pagar  yang terbuat dari besi dengan bentuk melingkar  berdiameter sekitar 8 meter. Di sekitarnya  terdapat  empat candi Kelir yang masing-masing candi itu  dikawal dengan  sebuah patung Dwarapala pada sudut kanannya.

Di bagian timur sumber api  ini terdapat sebuah pohon jati yang cukup besar dan tinggi . Sesuai dengan legenda tentang Kayangan Api, lokasi sekitar pohon itu merupakan petilasan yang  konon dulunya menjadi tempat bersemedinya Mpu Kriya Kusuma atau Supagati, seorang Empu ( pembuat keris ) yang sakti pada masa kerajaan Majapahit.
Di sekitar petilasan ini terdapat situs purbakala yang pada pertengahan Desember   tahun 2010 telah diadakan penggalian dan penelitian oleh Tim Arkeolog dari Universitas Indonesia. Dalam penggalian dan penelitian itu didapatkan penemuan tumpukan batu batu yang berwarna merah  yang berukuran   cukup panjang dan besar.

Tumpukan batu bata yang terbuat dari tanah liat itu diduga merupakan bagian bangunan dari pura atau candi dengan aktifitasnya yang berkaitan dengan Kayanga n Api di masa lampau.



Sayang , situs purbakala itu sekarang keadaannya seperti terlantar. Tanpa perawatan dan perlindungan pagar yang khusus, banyak pengunjung yang begitu mudahnya menginjak-injak situs purbakala itu.

Di sebelah barat sumber api sekitar 80 meter terdapat sumber air yang berwarna hijau dan bergelembung yang disebut dengan nama Sumber air Blekutuk.

Dari bau yang menguar di sekitarnya , sumber air itu mengandung belerang. Namun uniknya,  air  pada sumber  air Blekutuk ini bersuhu dingin. Berbeda halnya dengan sumber air yang mengandung belerang yang biasanya bersuhu hangat atau panas.

Kayangan Api ini cukup ramai didatangi oleh wisatawan. Tak jarang mereka datang ke wisata ini dengan membawa jagung untuk dibakar atau  ayam untuk dibakar /  dipanggang dengan menggunakan panas dari sumber api yang ada di Kayangan Api.




Read More..

Bibir bibir yang menggoda Part II

. Selasa, 04 Februari 2014
0 komentar


















































Read More..

Lelaki Ajak Bapa Saudara ‘Ratah’ Anaknya Sendiri Di Ipoh…Astagfirullah

. Senin, 03 Februari 2014
0 komentar
Lelaki Ajak Bapa, Saudara Ratah Anaknya Sendiri Di Taiping...Astagfirullah!


Manusia kini semakin kejam dan tidak berperikemanusiaan!
Mana mungkin ayah yang selama ini menjadi tempat bergantung telah sanggup mempergadaikan maruah anak sendiri.
Di Ipoh, satu peristiwa menyayat hati telah berlaku kepada dua adik-beradik perempuan yang masing-masing berusia enam dan lapan tahun.
Mereka dikhabarkan telah diperlakukan seperti hamba seks sejak beberapa tahun lalu.
Lebih menyedihkan apabila bukan bapa saja yang terjebak dalam kejadian yang dilaknat Allah SWT ini, malah datuk, makcik dan pakcik turut berkelakuan sama!
Menurut The Star, ibu dan bapa kanak-kanak itu telah bercerai. Jadi setiap kali ibunya mahu ke tempat kerja, dia akan meninggalkan anak-anaknya dengan saudara yang menetap di Taiping.
Oleh yang demikian, bapa kepada dua kanak-kanak ini telah ‘menculik’ mereka ke rumahnya dengan mengikat mata mereka, memberi dadah dan ubat malah mengikat tangan tanpa belas kasihan.
Lalu, mereka (termasuk datuk, pakcik dan makcik) melakukan serangan seksual dan menyiksa kanak-kanak yang masih ‘mentah’ itu!
Perkara ini hanya dikenalpasti, apabila kanak-kanak berkenaan mengadu yang mereka berasa sakit pada alat kemaluan kepada ibunya.
Selepas ibunya membawa anak perempuannya ke hospital, doktor memberitahu anaknya yang berusia lapan tahun mengalami koyakkan pada selaput dara manakala anak bongsunya telah mengalami luka pada bahagian sama.
Lebih mengejutkan, apabila ibunya mendakwa yang bekas suami dan keluarga lelaki itu telah mengadakan pesta seks!
Sehubungan itu, dia telah membuat laporan polis pada 27 Disember lalu.
Ketua Polis Perak Timbalan Comm Datuk Mohd Shukri Dahlan mengesahkan bahawa laporan polis telah dibuat dan siasatan sedang dijalankan.
Terkini, menerusi Berita Harian, polis telah menahan lima suspek bagi membantu siasatan dakwaan kes rogol dan cabul dua adik-beradik perempuan berkenaan.
Suspek berusia antara 17 dan 70 tahun.
DCP Mohd Shukri berkata kes itu disiasat di bawah Seksyen 376 (b) Kanun Keseksaan kerana rogol.
Semoga pesalah mendapat hukuman setimpal!
Oleh: KASIH ISA
* atas adalah gambar hiasan
Read More..

Jenis Setelan Jas Dan Cara Penggunaannya

. Minggu, 02 Februari 2014
0 komentar
Jenis Setelan Jas

Jas tentu menjadi salah satu pakaian wajib bagi pria, yang biasa digunakan pada acara formal maupun acara semi-formal.

Dengan menggunakan jas, seorang pria tidak hanya terlihat formal, namun juga untuk meningkatkan percaya diri serta nilai tambah di mata para wanita.

Menurut jumlah kancing, jas dibagi menjadi dua, yaitu single breasted dan double breasted. Sedangkan berdasarkan jumlah belahan/potongan pada bagian belakang jas, terdiri atas single vent dan double vent. Berikut yang kami kutip dari Fashion Pria :

Single Breasted atau Double Breasted?
Setelan single breasted memang menjadi pilihan umum suatu jas. Sedangkan jas double breasted memang terlihat lebih gagah dan stylish, namun tidak cocok bagi Anda yang bertubuh pendek dan berbadan besar.

Single Breasted - Double Breasted

Jumlah Kancing
Umumnya jas berkancing dua. Setelan jas yang berkancing tiga lebih cocok bagi Anda yang bertubuh tinggi. Dan jika Anda bekerja di lingkungan kreatif dan tidak terlalu konservatif, Anda dapat menggunakan jas berkancing satu.

Saya Lebih Cocok Single Vent atau Double Vent?
Vent atau belahan pada bagian belakang berfungsi memudahkan Anda bergerak. Jas double vents awalnya merupakan model Eropa, memudahkan kita untuk mengambil dompet di kantong belakang tanpa harus melipat jas.

Untuk Anda yang bertubuh pendek, jas double vents adalah pilihan yang tepat. Sedangkan untuk Anda yang bertubuh tinggi dan kurus, lebih baik memilih jas single vent atau tanpa vent.

Single Vent - Double Vent - No Vent

Anda pasti pernah mendengar tuksedo, yaitu setelan jas resmi berwarna hitam dengan bagian belakang berbuntut, harus dikenakan dengan kemeja putih kerah sayap (wing collar) dan dasi kupu-kupu atau bow tie. Bila dalam undangan disebutkan kode busana black tie, maka Anda diminta memakai setelan ini.

Menurut Anda mana yang cocok bagi Anda?Single breasted atau double breastedSingle vent atau double vent atau bahkan tanpa vent?
Read More..

Sonamu Elakkan Kawasan Pantai Laut Sarawak

. Sabtu, 01 Februari 2014
0 komentar

Sonamu: Elakkan Kawasan Pantai, Laut Sarawak

KUCHING – Penduduk di tengah dan utara Sarawak dinasihati supaya mengelak daripada mengadakan sebarang aktiviti marin atau pantai mulai hari ini hingga 13 Januari berikutan ribut tropika Sonamu yang diramal membadai negeri ini dalam tempoh itu.
Timbalan Setiausaha Kerajaan Sarawak bahagian Pentadbiran dan Perhubungan Awam, Datuk Misnu Taha berkata ribut itu dijangka berlaku kira-kira 194 kilometer barat laut bandar Mukah menjelang esok dan kesannya boleh dirasai sehingga ke bahagian Bintulu, Miri dan Sibu.
Bercakap pada sidang akhbar selepas mempengerusikan mesyuarat Unit Keselamatan Negeri di sini, beliau berkata Jabatan Meteorologi memaklumkan kepada mesyuarat itu bahawa kelajuan angin yang dibawa ribut itu semakin berkurangan namun boleh meningkat semula sebaik sampai ke pesisir negeri ini.
“Ribut sekuat ini boleh mengakibatkan bumbung bangunan diterbangkan angin dan ombak besar serta hujan lebat di kawasan ini,” katanya.
Beliau berkata bilik operasi bencana bagi Pejabat Residen di bahagian Miri, Mukah, Bintulu dan Sibu akan beroperasi 24 jam mulai hari ini untuk memberi maklumat terkini mengenai ribut itu kepada orang ramai. – BERNAMA

Read More..